Upaya Membedung Keputusan Rakyat
Rakyat yang dimaksud adalah mereka yang kenyang dengan janji kampanye tetapi harus makan ubi atau nasi aking yaitu mereka yang tidak berdaya menghadapi penggusuran.Mereka yang pasrah menyaksikan rumah dan lahan hidupnya tergenang Lumpur,mereka yang menderita akibat bencana alam maupun bencana akibat perbuatan manusia yang serakah.Mereka yang putus asa serta kecewa akibat pimpinan dan wakil rakyattidak merasakan keprihatinan dan penderitaan rakyat.
Kenyataan yang menggambarkan betapa sengsaranya rakyat sebenarnya ironis bila dibandingkan dengan kenyataan lain berupa keiklasan rakyat yang telah mempercayakan kedaulatan,penghormatan,serta kenikmatan kpd elitepolitik.Bahkan,pada tahun 2005 dan 2006 telah diselenggarakan lebih dari 190 kali pemilihan kepala daerah dan berlangsung tertib dan aman.suatu prestasi yang pantas di syukuri mengingat tidak jarang pascapemilihan umum terjadi perang saudara,sebagia mana di tulis Jack Snydr dalam buku berjudul “from voting to violence”,”Demokratization and Nationalist Conflict” pada tahun 2000.Sejak demokrasi menjadi pilihan Negara sebagai sistem kekuasaan yang digandrungi umat manusia,belum pernah ada Negara didunia yang menyelenggarakan pemilihan umum seperti yang dilakukan bangsa Indonesia.
Prestasi rakyat lain yang patut dicatat adalah respons mereka terhadap insiatif dan upaya pemerintah yang patut dihargai dalam melakukan perdamaian di aceh.Kalaupun timbul permasalahan,semua diselesaikan dengan aturan yang disetujui bersama.ungkapan from bullet to ballot,yang tidak mudah dilakukan,ternyata dapat menjadi kenyataan di aceh.
Berdasarkan pencermatan diatas,pemerintah harus memanfaatkan satu setengah tahun,membuat skala prioritas dan memusatkan kebijakan yang mendesak bagi kebutuhan dasar masyarakat.hal itu perlu dilakukan bukan hanya untuk membendung keputus asaan masyarakat,tetapi juga menumbuhkan optimisme publik.oleh sebab itu,pemerintah dituntut lebih meningkatkan beberapa keberhasilan agar dirasakan rakyat secara keseluruhan.
Mungkin harapan ini dapat diletakkan pada instruksi presiden tahun 2007 yang memberikan target yang harus dicapai 15 pejabat tinggi meningkatkan kinerjanya.Secara garis besar,target tersebut selama tahun 2007 adalah meningkatkan produksi beras menjadi dua ton,produksi nigas 30 persen dalam tiga tahun,membangun industri listrik skala menegah 200 MW per tahun. Namun,harus diakui persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia besar,kompleks,dan rumit.tingkat akselerasi perubahan sedemikian tinggi sehingga tidak terkejar oleh aturan dan lembaga yang seharusnya mendukungnya.Hanya kerja keras dan ketekunan yang dapat meujudkan cita-cita besar tersebut.
Kamis, 17 April 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar